BERITA  

Nur Mahmudi Isma’il Sebut Sorgum Merupakan Sumber Pangan Kebugaran dan Pangan Alternatif

Nur Mahmudi Isma'il Sebut Sorgum Merupakan Sumber Pangan Kebugaran dan Pangan Alternatif

DEPOKTIME.COM, Depok-Anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan, Kementrian Pertanian RI dan peneliti utama kebijakan pangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Nur Mahmudi Ismail menyebutkan bahwa Sorgum merupakan sumber pangan kebugaran dan pangan alternatif dimasa pandemi Covid-19 pada saat ini.

Saat disambangi pegiat tanaman pangan lokal, Heri Blangkon di Perumahan Griya Tugu Asri Cimanggis, Depok, mantan Wali Kota Depok tersebut menerangkan bahwa pengertian pemahaman ketahanan pangan tidak harus selalu berbasis beras dan terigu yang akhirnya harus impor.

“Kedatangan Heri Blangkon dalam rangka silaturahmi, sebagai sesama pemerhati pangan lokal juga saling berbagi pengalaman agar Negara Indonesia segera bangkit mewujudkan kedaulatan, ketahanan dan kemandirian pangan,” ujar Nur Mahmudi Ismail, Kamis (14/05/2020).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa masih banyak pangan sehat lokal yang seperti Sorgum, Jagung, Sagu, Ubi jalar, Singkong, Gembili dan lain lain yang perlu ditingkatkan konsumsinya oleh masyarakat sehingga Indonesia tidak perlu lagi impor beras dan terigu.

“Wujud seperti beras dengan cara tanam seperti jagung dan punya nilai gizi lebih baik dari beras serta glikemik indeks yang rendah, membuat Sorgum menjadi jawaban Indonesia untuk mewujudkan kemandirian pangan yang sehat dan mensejahterakan,” jelasnya.

Ditengah pandemi Covid-19, masyarakat perlu meningkatkan imunitas dan kesehatan serta dibatasi beberapa jenis aktivitas. Dan Sorgum mudah dibudidayakan serta efektif untuk meningkatkan imunitas dan kesehatan.

Setelah berdiskusi dengan pakar pangan nasional dan memahaminya keunggulan Sorgum, Heri Blangkon bertekad untuk menjadikan momentum WFH dan PSBB untuk kembali menggiatkan budaya pangan nusantara, terutama mengenal dan mengkonsumsi Nasi Sorgum dan aneka produk olahannya.

Pada kesempatan tersebut, Nur Mahmudi serahkan benih Sorgum Varietas Pahat dan Samurai 1 hasil inovasi BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) kepada Heri Blangkon di saksikan Sutrisno pengurus KTNA Kota Depok.

Perlu diketahui Sorgum Pahat mempunyai tinggi 147cm dengan usia panen 89 hari dan produktivitas rata-rata 5,8 Ton/Ha serta potensi produksi sebesar 7,4 Ton/Ha. Sementara Sorgum Samurai 1 dengan tinggi 187 cm, usia panen 111 hari dengan produktivitas rata-rata 6,1 Ton/Ha dan potensi produksi mencapai 7,5 Ton/Ha.

“Saya akan tanam di Setu pengasinan, bukan ingin kaya dari sorgum, tapi ingin lebih sehat, lebih bugar, lebih kuat daya tahan tubuh saya, serta mumpung saya belum kena diabetes, dengan mengkonsumsi sorgum insya Alloh saya tidak kena diabetes,” ujar Heri Blangkon.

Diketahui bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Depok masih kecil dan masih jauh dari ketentuan amanah UU No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, sebesar 30% dari luas Depok sebesar 20 ribu hektar.

Sorgum sangat mungkin ditanam diseluruh areal sawah yang sulit irigasi. Bukan menggeser areal tanam padi, ladang dan kebun serta lahan terlantar di Depok. Sehingga RTH Depok berkontribusi menyediakan sebagian kebutuhan pangan warganya.

Sebelum pamitan, Heri Blangkon menyerahkan sayur-sayuran hasil kebunnya kepada Nur Mahmudi Ismail. Sambil mengantarkan Heri Blangkon ke depan rumah, Nur Mahmudi menceritakan bahwa pada hari yang sama Benih Sorgum Pahat juga dikirim kepada Ayong Herdiyansah yang merupakan Ketua BUMDES Purwabakti, Bogor dan Susilo Hartoko, Sumedang. (Udine/DT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *