BERITA  

KPU Depok Akan Rapid Test Ribuan Petugas TPS

KPU Depok Akan Rapid Test Ribuan Petugas TPS

DEPOKTIME.COM, DEPOK-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok akan melakukan Rapid Test terhadap ribuan petugas yang akan terjun langsung ke satiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dalam rekrutmen petugas kami di TPS ada 9 orang. Kalau 9 orang dikali 4.015 (TPS) ada 36.135 orang yang kami akan semua pastikan sebelum mereka bertugas mereka dalam keadaan yang sehat dan tidak terpapar Covid-19,”ujar Ketua KPU Depok, Nana Shobarna, Ahad (18/10/2020).

Sementara untuk masyarakat, Nana mengatakan nantinya pihaknya akan memberlakukan beberapa hal baru yang sesuai dengan standar protokol Kesehatan Covid-19.

“Di TPS, kami akan memberlakukan hal-hal baru. Pertama hal baru itu, yakni akan melakukan pembatasan jumlah maksimal pemilih, tadinya 800 sekarang 500,” kata Nana Shobarna.

Kemudian yang kedua, lanjut Nana, KPU akan melakukan pengaturan jadwal kedatangan pemilih ke TPS.

“Jadi kita akan kasih jadwal ada yang jam 7 sampai jam 8, misalnya keluarga A pukul 08.00-09.00 WIB, supaya tidak ada kerumuman,” imbuhnya.

Dirinya menerangkan, sebelum dibuka waktu pencoblosan, pihaknya akan mensterilkan TPS terlebih dahulu dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.

“Kemudian bangkunya kita atur (jaga jarak_red) baik itu petugas KPPS dan pemilih, kemudian pemilih akan dicek suhu suhunya,” terangnya.

Tidak hanya itu, pemilih nantinya kata Nana juga akan difasilitasi dengan alat cuci tangan, dan hand sanitizer.

“Kita juga akan berikan sarung tangan sekali pakai kepada pemilih, masuk dia setelah menggunakan hak pilihnya Kemudian sarung tangannya dilepas kemudian tintanya kalau dulu dicelup esok itu ditetes,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan Hazmat dua per TPS. Hal itu jelas Nana akan digunakan ketika ada pemilih yang jatuh tiba-tiba, pingsan, atau meninggal mendadak.

“Nantinya Hazmat tersebut akan digunakan oleh petugas KPPS, petugas KPPS nantinya akan mengamankan terlebih dahulu surat suara dengan memasukkan ke kotak suara, kemudian mengangkat pemilih ke ambulan,” tandasnya. (Udine/DT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *