BERITA  

Inginkan Perubahan, Afifah Alia Warnai Bursa Bacalon Pilkada

Inginkan Perubahan, Afifah Alia Warnai Bursa Bacalon Pilkada

DEPOKTIME.COM, Depok-Inginkan ada perubahan baru di Kota Depok, Afifah Alia tercatat dalam sejarah di Kota Depok, wanita pertama yang ikut dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Afifah Alia sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Depok yang diusung oleh salah satu partai besar di Kota Depok.

Melalui PDI Perjuangan, dirinya berpasangan dengan Pradi Supriatna yang juga diusung oleh Partai Gerindra.

Tak main-main, dirinya menginginkan perubahan di Kota Depok. Yang saat ini dinilai belum ada perubahan dalam pembangunan.

“Cukup sudah selama 15 tahun, Depok belum ada perubahan. Kami (Pradi-Afifah) akan membenahi Kota Depok untuk lebih baik lagi,” ujar Afifah Alia ketika berbincang dengan awak media di salah satu cafe jalan Margonda Raya pada Rabu (22/07/2020).

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa tak hanya pembangunan infrastruktur yang akan dibenahi. Sektor pendidikan, kesehatan dan juga ekonomi akan segera dibenahi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Depok kekurangan gedung sekolah negeri. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian kami,” tuturnya.

Selain sektor pendidikan, sektor lain seperti kesehatan pun tidak luput dari wanita yang tercatat sebagai pengusaha property ini. Dan dirinya berencana akan memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

“Biaya kesehatan masih sangat mahal, untuk itu kami telah mempunyai gagasan untuk masyarakat Depok dalam pelayanan kesehatan yang mudah dan gratis,” lanjutnya.

Dengan naluri sebagai pengusaha, Ia melihat bahwa keberadaan UMKM di Depok belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Dan dukungan pemerintah kota juga belum maksimal.

“Bisa dilihat, produk UMKM yang ada hanya terdiri dari makanan ringan saja, untuk yang lainnya belum terlihat. Jika terpilih nanti, kami akan mengembangkan sektor UMKM lainnya” imbuhnya.

Ia pun menyayangkan tempat komersil yang ada di Depok belum bisa menyerap tenaga kerja lokal seutuhnya. Sehingga angka pengangguran yang ada di Depok belum bisa menurun. Serta tenaga kerja didominasi dari luar Depok.

“Coba saja lihat, tenaga kerja lokal tidak begitu terlihat ditempat-tempat komersil untuk dipekerjakan. Kedepan, kami akan dorong pemerintah untuk mengutamakan pekerja lokal, sehingga bisa menekan angka pengangguran,” pungkasnya. (Udine/DT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *