Yeti Wulandari : Musrenbang Tidak Hanya Soal Infrastruktur

  • Bagikan
Yeti Wulandari : Musrenbang Tidak Hanya Soal Infrastruktur

DEPOKTIME.COM, Depok-Kegiatan Musrenbang dalam rangka perencanaan pembangunan di setiap wilayah yang ada di Kota Depok tidak hanya soal pembangunan infrastruktur. Akan tetapi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) tidak kalah pentingnya dan harus menjadi prioritas utama selain pembangunan infrastruktur.

Yeti Wulandari : Musrenbang Tidak Hanya Soal Infrastruktur

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Yeti Wulandari saat menghadiri giat musrenbang tingkat kelurahan.

Dalam kegiatan tersebut, Dirinya menginginkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar merencanakan pembangunan yang sebaik-baiknya. Dan dapat direalisasikan sesuai dengan keinginan ataupun sesuai dengan usulan-usulan yang diajukan dalam musrenbang.

“Pada hakikatnya, musrenbang adalah merencanakan pembangunan yang berasal dari masyarakat secara langsung. Dan perencanaan tersebut untuk pembangunan setahun kedepannya,” ucap Yeti Wulandari, anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Gerindra kepada Depoktime.com saat usai menghadiri kegiatan Musrenbang di Kelurahan Mekarsari Kecamatan Cimanggis pada Kamis (17/01/2019).

Dirinya menerangkan bahwa kegiatan musrenbang tidak hanya kegiatan seremonial. Dan dalam pengusulan pembangunan tidak hanya diprioritaskan untuk pembangunan dalam sektor infrastruktur.

“Ada tiga ke utuhan dasar selain pembangunan infrastruktur. Yaitu kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan juga ekonomi,” terangnya.

Oleh karena itu, Dirinya mengajak warga yang datang dalam kegiatan musrenbang untuk memprioritaskan hal lainnya yang saat ini selalu menjadi skala kedua dalam perencanaan pembangunan.

“Selain infrastruktur, kita harus fokus dalam pembangunan pendidikan, kesehatan dan juga ekonomi. Dalam bidang ekonomi, harus ada kelanjutan dari pelatihan-pelatihan yang sudah diberikan agar dapat diimplementasikan secara langsung, atau diberikan sarana dan prasarana bagi yang sudah mengikuti pelatihan UMKM,” tuturnya.

Setelah warga mendapatkan pelatihan UMKM, lanjutnya, tidak dibiarkan begitu saja dan harus mendapatkan pendampingan ataupun permodalan sehingga dapat berkreasi sesuai pelatihan yang diikutinya.

“Setiap rapat dengan dinas terkait terutama Dinas Ketenagakerjaan Kota Depok, Kami menyarankan kepada pihak tersebut untuk dapat menyalurkan peserta pelatihan kedalam ruang kerja seperti pabrik-pabrik dan sebagainya. Sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran di Kota Depok,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Sri Kustiani juga berpendapat sama terkait dengan penyerapan tenaga kerja yang berasal dari pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh dinas terkait sebelumnya.

Sri Kustiani juga berharap pelaku UMKM yang ada di Kota Depok dapat dilibatkan dalam berbagai hal terkait dengan UMKM yang menjadi hasil dari pelatihan-pelatihan yang diikuti oleh peserta sebelumnya.(Udine/DT).

  • Bagikan