Walikota Depok : Pagu Anggaran Tidak Berubah

  • Bagikan
Walikota Depok : Pagu Anggaran Tidak Berubah

DEPOKTIME.COM, Depok-Walikota Depok, Mohammad Idris meyakinkan bahwa pagu anggaran untuk program prioritas kelurahan dengan nilai anggaran 2,7 Milyar tidak berubah.

“Yang berubah adalah beberapa usulan ataupun program-program yang sudah di input oleh OPD,” ujar Walikota Depok, Mohammad Idris dalam sambutannya di acara pembukaan Musrenbang tingkat Kota disalah satu gedung pertemuan di Jalan Margonda Raya pada Rabu (13/03/2019).

Walikota Depok : Pagu Anggaran Tidak Berubah

Lebih lanjut dirinya memaparkan bahwa berdasarkan usulan belanja langsung Perangkat Daerah yang telah diinput ke dalam system RKPD Online kurang lebih sebesar Rp. 2.5 Trilyun.

“Sementara kemampuan anggaran untuk belanja langsung sebesar Rp. 1,9 Trilyun, sehingga masih ada selisih kurang lebih Rp 583,5 Milyar,” paparnya.

Prosesi pembukaan acara yang mengusung tema “Pemantapan Infrastruktur Dalam Upaya Peningkatan Daya Saing Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat” ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Sekretaris Daerah Kota Depok, unsur Fokopimda, perwakilan Bappenas dan Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kepala Bappeda Kota Depok dan Ketua TP PKK Kota Depok.

Dibagian lain Walikota mengungkapkan, sesuai dengan tema yang diusung pada Musrenbang kali ini, pihaknya menginginkan adanya pembangunan infrastruktur yang cukup menonjol.

“Misalnya, kita belum punya gedung wanita, ataupun youth center untuk sarana anak-anak muda kita berkreasi,” terangnya.

Pihaknya juga mengatakan siap menaikkan dana insentif LPM, RT, RW namun disertai dengan penandatangan Fakta Integritas. “Jadi ada take and give-nya” kata Wali Kota.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kota Depok, Widyati Riyandani menyampaikan target indikator makro pada tahun 2020 diantaranya IPM sebesar 81,63 naik 1,8 poin dibandingkan IPM tahun 2017; Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 3,22% turun 0,26 poin dibanding tahun 2017; Angka kemiskinan sebesar 2,12-2,14 turun dibanding angka kemiskinan tahun 2017.

“Selanjutnya tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,5%-6,6% turun dibanding tahun 2017; Gini Ratio ditargetkan sebesar 0,35-0,36 dibandingkan realisasi tahun 2017 dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 6,6%-6,8% naik sebesar 0,1% disbanding tahun 2017,” ungkap Wiedyati.

Lanjutnya lagi, kebijakan belanja tahun 2020 diantaranya pencapaian prioritas pembangunan dengan fokus pada pembangunan prioritas daerah serta dalam rangka pemenuhan janji kepala daerah dan pelayanan publik lainnya.

“Selain itu juga membiayai rencana kegiatan prioritas dari hasil proses Musrenbang Kecamatan dan Kelurahan, serta pokok-pokok pikiran DPRD dan aspirasi masyarakat lainnya,” pungkasnya. (Udine/DT).

  • Bagikan