Wali Kota Depok : Saya Sudah Gantung Sepatu

  • Bagikan
Wali Kota Depok : Saya Sudah Gantung Sepatu

DEPOKTIME.COM, Depok-Dalam pembukaan Open Turnamen PSP CUP IV Tahun 2020, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan bahwa dirinya telah gantung sepatu. Hal tersebut bukan tanpa sebab, melainkan karena tingkat kesehatannya yang memang harus mengurangi aktifitas fisik yang sangat luar biasa dalam bidang olahraga cabang sepak bola dan juga bola basket.

“Menurut dokter, saya tidak boleh untuk beraktiffitas yang berlebih seperti bermain basket dan juga sepak bola bahkan futsal. Jika ingin tetap memaksakan diri untuk bermain, saya harus menurunkan berat badan saya kurang lebih sepuluh kilogram,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam pembukaan Open Turnamen PSP CUP IV Tahun 2020 di Lapangan PSP Sawangan Depok pada Minggu (09/02/2020).

Wali Kota Depok : Saya Sudah Gantung Sepatu

Walaupun tidak bisa beraktifitas lebih, dirinya sangat mensupport kegiatan yang sifatnya positif. Bahkan dirinya akan memberikan reward tersendiri bagi pemain terbaik serta top skor dalam turnamen tersebut.

“Orang hobi tidak harus jadi pemain dan orang peduli tidak harus hobi,” imbuhnya.

Dalam turnamen tersebut, dirinya mengingatkan kepada panitia agar selalu waspada pada tindak anarkis ataupun keributan yang biasa terjadi dalam turnamen sepakbola, yang dilakukan oleh oknum suporter maupun oknum pemain sehingga turnamen menjadi ricuh.

“Tolong diperhatikan kepada panitia dalam pertandingan sepakbola yang identik dengan berantem, kita harus ubah. Kita harus tunjukan bahwa pemain bola yang religius. Sebagai contoh sebelum kita bertanding, kita sholat berjamaah terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, ketua panitia penyelenggara Open Turnamen PSP CUP IV tahun 2020, Zaini Mutaqin menerangkan bahwa turnamen tersebut diikuti oleh empat kota dengan total jumlah peserta mencapai 64 tim sepakbola.

“Alhamdulillah, atas nama panitia saya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut serta dalam turnamen ini, yang memberikan support material maupun support moril,” ujar Zaini Mutaqin.

Lebih lanjut, ia pun menerangkan bahwa tanpa hadirnya peserta turnamen, turnamen ini hanya sebuah rencana dari panitia penyelenggara. Dirinya juga mengajak seluruh peserta turnamen, supporter dan pencinta sepakbola dapat menjaga kondusifitas agar turnamen dapat terselenggara hingga selesai.

“Perlu dukungan dari semua pihak, mulai dari awal turnamen hingga tahapan final pada tanggal 19 April 2020. Sehingga kondusifitas dari setiap pertandingan yang berlangsung dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Udine/DT).

  • Bagikan