Wali Kota Depok : Perlu Aturan Tegas Atasi Anjal, Pengamen dan PSK

  • Bagikan
Wali Kota Depok : Perlu Aturan Tegas Atasi Anjal, Pengamen dan PSK

DEPOKTIME.COM,DEPOK-Perlu aturan yang lebih tegas dalam menangani permasalahan anak jalanan, pengamen serta pekerja seks komersil (PSK) di Kota Depok. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris selepas menghadiri Hari Anti Narkotika Internasional 2019 di Gedung Balaikota Depok lantai 10 beberapa hari lalu.

Dirinya menuturkan bahwa pemerintah tidak hanya sekedar menangkap dan memberikan tindak pidana ringan bagi yang tertangkap oleh Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) saat dilakukan razia.

Wali Kota Depok : Perlu Aturan Tegas Atasi Anjal, Pengamen dan PSK

“Ini bukan sekedar tangkap menangkap, permasalahannya adalah aturan yang kurang tegas. Misalkan terkait minuman berakohol, kita hanya bisa tipiring, begitu juga Anjal, pengamen dan PSK, kita hanya bisa tipiring dan tidak punya tempat atau panti yang merehab serta perangkat yuridis aturan,” tuturnya.

Dirinya menerangkan belum ada tempat atau panti yang dapat menampung serta dapat menyalurkan potensi dari pengamen yang mempunyai bakat yang tertangkap razia.

Selain regulasi, Pemkot Depok juga telah berupaya menyiapkan fasilitas publik seperti dengan membangun taman terpadu di setiap kelurahan, membangun alun-alun Kota Depok yang akan rampung tahun ini, stadion sepak bola dan gelanggang olahraga untuk bakset dan voli.

“Kami berupaya dalam menyiapkan fasilitas publik. Bahkan ada hibah dari Jawa Barat untuk mendirikan kreatif center di Jalan Merdeka. Semua itu adalah fasilitas agar masyarakat dapat berkegiatan positif,” terangnya.

Sebelumnya sekitar 70 Penyandang Masalah Kesejahteran Sosial (PMKS) dirazia di Depok.

Mereka terjaring di Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Margonda, Jalan Raya Arif Rahman Hakim, Jalan Raya Margonda, Jalan Raya Tole Iskandar, Jalan Raya Nusantara dan Jalan Raya Dewi Sartika serta pertigaan Jalan Raya Juanda.

“Mereka terjaring saat melakukan aksi di pinggir jalan dan lampu merah di perempatan,” kata Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda R, Sabtu (22/6/2019) tentang razia yang digelar mulai 18 hingga 22 Juni 2019 yang dikutip dari Poskotanews.

Menurutnya, PMKS yang terjaring akan dikirim ke panti sosial di Jakarta Timur untuk mendapat pembinaan. (Udine/Ant/DT).

  • Bagikan