Ratusan Warga Tapos Jadi Pengawas TPS

  • Bagikan
Ratusan Warga Tapos Jadi Pengawas TPS

DEPOKTIME.COM, DepokRatusan warga Kecamatan Tapos dilantik menjadi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) oleh Panwascam Tapos untuk mengawasi pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur Jawa barat yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018.

Ratusan Warga Tapos Jadi Pengawas TPS

Dalam pelantikan PTPS ini, Ketua Panwascam Tapos, Jaenudin mengatakan bahwa semenjak dilantik, ratusan warga Tapos sudah aktif menjadi pengawas pemilu disetiap lingkungan masing-masing.

“Sejak mengucap sumpah sebagai pengawas tempat pemungutan suara, ratusan warga yang terdiri dari tujuh kelurahan yang ada di Kecamatan Tapos sudah sah sebagai pengawas TPS. Dan dapat langsung bekerja sebagai pengawas pemilu dilingkungannya,” ucap Jaenudin kepada Depoktime.com usai pelantikan PTPS di Wisma Kinasih pada Ahad (03/06/2018).

Dari jumlah PTPS yang dilantik, lanjutnya, terdiri dari perwakilan tiap-tiap kelurahan yang ada di Kecamatan Tapos. Jumlah keseluruhan PTPS mencapai 438 orang.

“Cilangkap 88 orang, Jatijajar 71 orang, Cimpaeun 44 orang, Tapos 28 orang, Leuwinanggung 26 orang, Sukatani 101 orang dan Sukamaju Baru dengan 80 orang,” imbuhnya.

Dirinya menjelaskan bahwa seorang pengawas TPS haruslah jeli melihat berbagai pelanggaran yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

“Pengawas itu ibarat seorang wasit, jika jadi wasit jangan ikut bermain, jika ikut bermain jangan jadi wasit,” jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Komisioner Banwaslu Kota Depok, Elyas Ginting mengucapkan banyak terimakasih kepada warga yang telah dilantik sebagai PTPS untuk menyukseskan pemilihan umum gubernur dan wakil gubernur Jawa barat.

“Saya ucapkan terimakasih kepada sahabat pejuang demokrasi. Dengan menjadi pengawas pesta demokrasi mulai detik ini (Ahad), anda mempunyai hak untuk mengawasi jalannya pesta demokrasi,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan kinerja PTPS adalah 23 hari kerja sebelum hari H dan 7 hari sesudah hari H. Sehingga tidak ada anggapan bahwa seorang PTPS hanya bekerja pada hari H.

“Setelah sahabat semua dilantik, kinerja PTPS adalah 27 hari sebelum hari H dan 7 hari sesudah hari H, jadi tolong rubah mensetnya. Tugas PTPS tidak hanya fokus pada hari H,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Tapos, Hasannudin menegaskan bahwa pengawas TPS merupakan tugas mulia dalam rangka pesta demokrasi. Dimana seorang pengawas TPS dapat memonitoring langsung dilapangkan dalam menciptakan suasana pemilu yang jujur.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh Pengawas TPS yang dilantik. Ini merupakan tanggung jawab moral yang harus dilaksanakan dalam rangka pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa barat untuk mewujudkan pesta demokrasi yang jujur dan adil,” pungkasnya. (Udine/DT).

  • Bagikan