Pembiasan Makna Jihad Lukai Nilai Kemanusiaan

  • Bagikan
Pembiasan Makna Jihad Lukai Nilai Kemanusiaan

DEPOKTIME.COM, Depok-Fenomena maraknya aksi teroris yang mengatasnamakan jihad masih menjadi ancaman bagi masyarakat dan Negara. Hal itu dibenarkan Direktur Lembaga Kajian Keislaman Darul Fattah Ust. Alec  Solechan  dalam acara Halaqoh Nasional dengan tema “Reaktualisasi Jihad Untuk Kebangsaan”. Adanya pembiasan  pemaknaan jihad yang melukai nilai-nilai kemanusiaan dan berlawanan dengan teks-teks ajaran Islam sendiri.

Pembiasan Makna Jihad Lukai Nilai Kemanusiaan

 

“Saat ini ada yang mempertanyakan perlunya penggantian pancasila, ingin mendirikan khilafah di Indonesia,  menjadikan Indonesia sebagai lahan jihad atau berperang, thogut dan lainnya. Padahal NKRI adalah sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Untuk itu, perlunya reaktualisasi jihad dalam makna yang luas untuk kesejahteraan masyarakat dan bangsa,” ucap Alec Solechan saat ditemui seusai acara di Islamic Centre, Bekasi, pada Selasa (20/02/2018).

Dirinya berharap adanya pelurusan pemahaman jihad yang tidak hanya bermakna perang. Selain itu, dari acara Halaqoh yang diikuti perwakilan dari Ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa, LSM, Ormas dan lainnya mampu menyebarkan nilai pada keluarga dan masyarakat. Diantaranya dengan melawan ketimpangan, kekurangan dalam masyarakat. Sehingga, tidak terjebak dalam  pemahaman jihad secara sempit.

‘Kita berharap kepada para peserta mampu menyebarkan Islam yang damai dan Rahmatan Lil ‘Alamin. Menetralisir provokasi, tempat kajian, medsos, yang mengancam bagi kehidupan kebangsaan. Sehingga, Indonesia menjadi Negara yang kuat dan maju,” pungkasnya (Udine/DT)

  • Bagikan