Mohammad Idris : Kendaraan Lama atau Baru Harus Lulus Uji

  • Bagikan
Mohammad Idris : Kendaraan Lama atau Baru Harus Lulus Uji

DEPOKTIME.COM, Depok-Nama Mohammad Idris, saat ini mendapatkan urutan tertinggi dari hasil survey calon kuat sebagai Wali Kota Depok periode Tahun 2021-2026 dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok yang akan dilaksanakan pada tahun 2020. Untuk itu, dirinya menginginkan kendaraan (Partai Politik) lama atau baru tetapi bagus dan harus lulus uji.

“Nantikan saya bawa banyak penumpang, dengan jumlah penumpang ratusan ribu dan kurang lebih jumlah kursi mencapai dua puluh tentunya saya harus memilih kendaraan yang bagus serta lulus uji,” ujar Mohammad Idris kepada awak media selepas meresmikan peluncuran smard card Bukti Lulus Uji elektronik (BLUe) di UPT pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan Depok pada Rabu (11/03/2020).

Dirinya menjelaskan bahwa untuk kendaraan yang ingin digunakan tidak harus kendaaraan baru atau lama, tapi yang terpenting kendaraannya harus bagus dan dinyatakan sudah lulus uji petik. Sehingga nantinya tidak menimbulkan masalah saat dikendarainya.

“Kalau kendaraan, terserah sipemilik kendaraan. Kalau mau memberikan kendaraan kepada saya dan saya bisa bawa penumpang, yaa kita akan ambil kendaraannya, kendaraan apapun. Yang penting kendaraannya bagus, lulus uji KIR, enak, nyaman,” jelasnya.

Terkait kendaraan, dirinya menilai banyak kendaraan dengan casing bagus akan tetapi mesinnya rongsok.

“Apalagi kendaraan lama harus lulus KIR, biar kendaraan baru pun harus lulus KIR, sebab casing bagus banyak sekali, ini harus uji kir dulu deh,” terangnya.

Berdasarkan pengalaman pribadi, ia menegaskan bahwa masih mencintai kendaraan PKS. Akan tetapi ia juga mencintai partai-partai yang lainnya.

“Dari sisi pribadi saya masih cinta PKS kalau tidak diterima, yasudah, cari cinta yang lain. Tapi saya juga cinta kepartai-partai yang lain. Yuk kita gabung sama-sama yang penting depok ini maju,” tegasnya.

Walaupun PKS mempunyai kandidat tersendiri untuk maju dalam pilkada, dirinya merasa tidak digantung untuk pencalonan dari partai tersebut.

“Dari dulu, saat saya pencalonan wakil dan wali untuk pertama kali, bagi saya itu biasa saja di last minute. Walaupun nanti ngga dapat kendaraan, yasudah, ngga usah baperan,” tandasnya. (Udine/DT).

  • Bagikan