DPAPMK Depok Apresiasi Kader Ramah Keluarga Tangani Davina

  • Bagikan
DPAPMK Depok Apresiasi Kader Ramah Keluarga Tangani Davina

DEPOKTIME.COM, Depok-Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok,  Nessi Annisa Handari mengapresiasi kesigapan Kader Ramah Keluarga (KRK) yang telah mengantar dan menangani dengan cepat buah hati dari pasangan Yudi dan Wiwin yaitu Davina yang mengidap penyakit Hidrosefalus (pembengkakan pada kepala).

Dirinya menuturkan bahwa tidak hanya Davina saja yang akan menerima perawatan lebih lanjut oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Akan tetapi, orangtua Davina pun ikut menerima perawatan spikis yang selama ini dideritanya.

“Terimakasih kepada kader ramah keluarga yang sudah menangani dan membawa Davina ke RSUD. Lalu pihak RSUD menindaklanjuti dengan sangat cepat, mereka melakukan berbagai macam penanganan terhadap Davina dengan harapan kondisinya akan lebih stabil dan lebih baik lagi,” ujar Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari kepada Depoktime.com diruang kerja Gedung Balaikota Depok pada Kamis (27/02/2020).

Dari pihak DPAPMK, lanjutnya, melihat secara menyeluruh pihaknya merasa ikut bertanggung jawab terhadap spikis orangtua dari Davina. Agar orangtua Davina lebih kuat dan siap dalam membina serta mendidik Davina.

“Kami akan datang untuk melakukan pendampingan khusus untuk orangtua Davina. Terutama terhadap ibunya yang sehari-hari mengurus Davina supaya tahu cara pengasuhan anak-anak penderita Hidrosefalus,” imbuhnya.

Untuk kader posyandu, kami berharap khususnya pokja empat untuk mendeteksi anak-anak secara dini melalui kegiatan rutinitas diposyandu.

“Harapan kami,  jika ada warga yang memiliki kasus seperti ini, maka kita bisa membantu semaksimal mungkin. Karena diperlukan rasa empati yang luar biasa dari seluruh masyarakat yang membutuhkan pertolongan seperti itu. Adakalanya, yang seperti ini justru tidak pernah rutin ke posyandu, sehingga kader posyandu tidak tahu. Kami juga mengimbau kepada masyarakat terdekat lingkungan untuk memberitahu sehingga mendapatkan penanganan lebih cepat lebih dini sehingga tidak terlalu parah,” terangnya.

Selama ini kader posyandu setiap bulan penimbangan jika menemukan kurangnya jumlah penimbangan,  mereka melakukan berbagai macam cara untuk mengajak masyarakat untuk rajin datang ke posyandu, banyak sekali inovasi luar biasa bahkan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk membuat nyaman anak ketika berada di posyandu.

“Bahkan ada juga kader posyandu ‘jemput bola’ yang keliling untuk menyambangi masyarakat. Harapan kami kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak,” terangnya.

Ditempat terpisah, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok Dr. Devi Maryori menyatakan, disamping mengalami Hidrosefalus, Davina saat ini juga menderita gizi buruk. Hal itu diketahui setelah tim dokter melakukan penanganan terhadap Davina.

“Setelah dicek di laboratorium, Davina juga menderita gizi buruk, trombosit dan gulanya juga meningkat. Kondisinya saat ini saya lihat masih lemah,” kata Devi Maryori.

Ia menuturkan bahwa pihaknya menerima Davina pada Rabu (26/02/2020) sore. Hal ini setelah adanya surat rujukan Puskesmas Grogol. Kita cek, kemudian kita konsultasikan juga ke dokter spesialis anak.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihaknya akan fokus terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi umum Davina. Saat ini kondisi Davina membutuhkan sub spesialis untuk menentukan tindak lanjutnya.

“Kalau untuk dioperasi belum tahu ya, karena untuk tahap awal tim dokter masih memperbaiki kondisi umum pasiennya dulu. Sampai saat ini belum ada intrusksi di status nya dari dokter yang merawatnya, tapi kemungkinan besar akan kita rujuk,” tandasnya. (Udine/BY/DT).

  • Bagikan