Meski Dilarang Warga Kp.Lio Tetap Gelar Pasar Rakyat Dimalam Takbiran

  • Bagikan
Meski Dilarang Warga Kp.Lio Tetap Gelar Pasar Rakyat Dimalam Takbiran

SUARAINDONEWS.COM, Depok-Terkait pelarangan adanya kegiatan pasar tumpah yang setiap tahunnya digelar disepanjang Jalan baru sejajar rel melalui surat edaran dan spanduk pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Pemkot Depok, Warga kampung Lio Kelurahan Depok yang terdiri dari RW 013, RW 014, RW 019 dan RW 020 sepakat akan tetap menggelar kegiatan tersebut meskipun sudah ada pelarangan.

“Kami tidak mau melawan apa yang telah ditetapkan oleh Pemkot Depok, tetapi kami atas nama Warga Kp.Lio tetap mempertahankan atau mengadakan tradisi tahunan Pasar Rakyat dimalam takbiran, meskipun dilarang kami tetap mengadakan,” ungkap Ismail Ketua RT 01/019 pada awak SuaraDepokNews, Kamis (22/06/2017), malam.

Ismail mengatakan, kegiatan pasar rakyat ini merupakan tradisi Rakyat Depok, khususnya warga Kp.Lio dan sudah bertahun-tahun setiap malam takbiran selalu diadakan.

“Pasar Rakyat ini hanya setahun sekali diadakannya, kalau dibilang akan menjadi kemacetan, Pemkot Depok harus mengkaji ulang jalur yang dipakai oleh pasar rakyat, lima puluh persen para pedagangnya adalah warga Kp.Lio yang berjualan dan lima puluh persen memang dari luar, banyak kebutuhan warga Depok yang terpenuhi kebutuhannya untuk merayakan lebaran dengan berbelanja jauh lebih murah dibandingan dengan mall-mall yang ada di Depok,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Ketua RW 019, Deni mengatakan, warga Depok sangat membutuhkan Pasar Rakyat yangbmemang sudah menjadi tradisi turun temurun. Dikatakan juga bahwa pada tanggal 20 Juni 2017, 4 RW yang berada diwilayah Kp.Lio mendapat undangan oleh Satpol PP KotabDepok untuk pertemuan undangan.

“Sangat jelas undangan tersebut yang tertera agenda pertemuan Kordinasi, tetapi kenapa di forum rapat jadi sosialisasi pelarangan yang dibicarakan,” paparnya.

Dikatakan lebih lanjut, kami tetap menghargai apa yang telah ditetapkan oleh Penkot Depok.

“Tapi kami juga harus mempertahankan tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun, seharusnya Pemkot Depok bukannya langsung melarang, tetapi mencarikan solusi bagi warganya, dimana jadinya slogan Depok Bersahabat?,” pungkasnya.

Untuk diketahui saat ini disepanjang Jalan Baru Sejajar Rel telah di buat lapak lapak dengan cat putih untuk para pedagang yang diperkirakan mencapai 500 lebih meramaikan Pasar Rakyat di Malam Takbiran nanti.(AR/SDN)

  • Bagikan