BERITA  

Kini Warga Depok Bisa Gunakan Kembali Tempat Ibadah, Mall dan Restoran

Kini Warga Depok Bisa Gunakan Kembali Tempat Ibadah, Mall dan Restoran

DEPOKTIME.COM, Depok-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membuka kembali aktivitas di tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, vihara, mal, restoran dan lainnya mulai 5 Juni 2020 setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III berakhir hari Kamis (04/06/2020). Mengenai hal tersebut, masyarakat Depok antusias menyambut kabar gembira tersebut.

“Berbagai aktivitas masyarakat Depok seperti masjid, musala, gereja, mal, restoran dan lainnya siap dibuka mulai Jumat. Namun tetap mengikuti protokol penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan yaitu menjaga jarak, memakai masker, mengukur suhu tubuh dan lainnya,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris didampingi Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Depok Dadang Wihana saat meninjau langsung masjid, mal, gereja dan lainnya pada Selasa (09/06/2020).

Kini Warga Depok Bisa Gunakan Kembali Tempat Ibadah, Mall dan Restoran

Untuk kegiatan Salat Jumat, dirinya menyampaikan bisa dilakukan dua gelombang untuk warga sekitar saja tidak boleh warga lintas kecamatan, apalagi dari daerah lain. Bagi anak di bawah 12 tahun hendaknya tidak diajak ke masjid termasuk orang lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit gula dan lainnya.

Menurutnya, walaupun telah dibuka namun tetap harus menjaga protokol kesehatan Covid-19 bagi restoran atau rumah makan akan dikenakan pembatasan pengunjung sekitar 50 persen dari ketersedian tempat duduk. Tidak itu saja untuk kegiatan pendidikan masih dengan pembelajaran jarak jauh, tetapi pada bulan Juli akan ada konsep baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Pihaknya juga akan mengajukan usulan PSBB proporsional bukan ‘New Normal’ di wilayah Kota Depok selama 14 hari ke depan mulai 5 Juni hingga 19 Juni 2020 melalui Surat Wali Kota Depok No 443/273-Huk/GT, pada 3 Juni 2020 tentang Pengajuan Permohonan Perpanjangan PSBB Proporsional di wilayah Kota Depok ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Usulan PSBB proporsional diberlakukan protokol sesuai Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB secara Proporsional sesuai Level Kewaspadaan Kabupaten/Kota sebagai Persiapan Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru, guna pencegahan dan pengendalian Covid-19,” tuturnya seraya menambahkan, terlebih Kota Depok masuk pada level kewaspadaan tiga atau zona kuning.

Terkait dengan dibuka kembali.berbagai aktivitas ditempat ibadah, Tokoh Pemuda Cilodong, Roby mengapresiasi hal tersebut. Dirinya menuturkan bahwa penggunaan kembali tempat ibadah telah memberikan sebuah ketenangan hati masyarakat ditengah pandemi Covid-19 dalam menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.

“Intinya, pertama kita ucapkan puji syukur atas rahmat Allah SWT semoga pandemi covid-19 ini benar-benar segera berlalu. Dan perlu diingat, selama pandemi Covid-19 diharapkan masyarakat tetap menjalankan prosedur kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan bahwa diperlukan kerjasama semua pihak agar tetap disiplin dengan aturan serta himbauan pemerintah dan terus meningkatkan PHBS dan biasakan menggunakan masker dalam beraktifitas diluar rumah.

“Warga harus selalu waspada ditengah pandemi Covid-19 ini, dan tetap meningkatkan pola hidup sehat serta menjalankan imbauan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Tokoh Masyarakat Cimanggis, Eddy Rochandi mengatakan bahwa
menyambut dan mendukung dibukanya kembali tempat ibadah bagi masyarakat dalam menjalankan perintah agamanya.

“Kami mengimbau kepada pengurus dewan kemakmuran masjid dan majlis gereja untuk membuat surat penyelenggaraan ibadah melalui camat dan lurah. Sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah lebih khusyuk dan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya.(Udine/DT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *